Poljatim || Proyek multiyears jembatan Watualang senilai puluhan miliar yang melintang diatas Bengawan Solo siap dioperasikan. Jembatan yang mempunyai panjang 100 meter dengan lebar 9 meter tersebut dimanfaatkan sebagai akses jalan penghubung antara Kecamatan Ngawi Kota dengan Kecamatan Pitu pekerjaanya kini rampung 100 persen.
Tentunya pihak wakil rakyat daerah setempat pun pasang mata mengawasi pekerjaan jembatan dibawah rekanan PT Satwiga Mustika Naga agar kwalitas maupun ketahanan jembatan itu sendiri sesuai dengan peruntukanya. Slamet Riyanto Ketua Komisi IV DPRD Ngawi menegaskan, dalam pekerjaan jembatan yang memakan waktu tiga tahun pihaknya secara rutin terus memantau hingga jelang finishing.
Jembatan ini posisinya memang strategis untuk mendukung kawasan industri yang berada di wilayah Kecamatan Pitu. Jadi, kami secara berkala sejak awal dimulainya proyek pada 2015 lalu terus memantau langsung pekerjaan jembatan it. Jangan sampai setelah diserahkan ke Pemkab Ngawi dari pihak rekanan kwalitasnya jauh dari harapan, terang Slamet Riyanto, Selasa (10/10).
Bahkan pada kegiatan inspeksi mendadak (sidak) pada pekan lalu bersama Komisi IV DPRD Ngawi tidak ada temuan yang cukup signifikan justru terpantau lancar sejak tahun awal pekerjaan. Hanya saja pinta Slamet, pihak rekanan (PT Satwiga Mustika Naga-red) wajib bertanggung jawab jika sewaktu-waktu ada kerusakan. Pihaknya mengkhawatirkan adanya kerusakan dengan pergantian musim kemarau ke musim hujan.
Jika ada kerusakan itu sudah menjadi tanggungjawab rekanan karena masih berada di tahap pemeliharaan. Jangan sampai rekanan sendiri seenaknya dan sejak awal kami meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) tetap memberi penegasan dan memonitoring kepada rekanan, kupasnya.
Terpisah, Kepala DPUPR Kabupaten Ngawi Hadi Suroso mengatakan, untuk jembatan Watualang sudah selesai dikerjakan. Terkait anggaran, jembatan Watualang dikerjakan selama tiga tahun sesuai tahapanya. Untuk tahap pertama 2015 lalu, pemasangan pondasi yang membentang ditengah aliran Bengawan Solo telah menyerap anggaran tidak kurang dari Rp 5 miliar.
Disusul tahap berikutnya, difokuskan pada pekerjaan fisik jembatan dengan budget anggaran sekitar Rp 26 miliar bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2016 dan terakhir dikonsentrasikan pada pekerjaan pengerasan jalan baik di sisi selatan maupun utara jembatan dengan budget Rp 14,5 miliar bersumber DAK 2017. (pr)
EmoticonEmoticon