Showing posts with label Police News. Show all posts
Showing posts with label Police News. Show all posts

Friday, 16 November 2018

Tegas Kapolres Ngawi !! Isu Penculikan Anak Adalah Hoax

POLJATIM || NGAWI - Maraknya isu penculikan anak yang belakangan beredar di media sosial (medsos) membuat kalangan masyarakat resah. Menanggapi kabar tersebut Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu memastikan informasi yang beredar cukup santer ditengah masyarakat adalah kabar bohong atau hoax.
“Seperti yang saya sampaikan bahwa isu penculikan anak di medsos itu adalah hoax dan tidak benar keberadaanya. Sebab, Polri khususnya Polres Ngawi sejauh ini belum pernah menangani kasus penculikan anak,” terang Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu via telepon, Rabu, (07/11/2018).
Ia menghimbau kepada masyarakat jangan terlalu berlebihan menyikapi isu penculikan anak. Mengingat jika terpancing akan isu tersebut akan terjebak dalam misi yang sengaja disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab itu sendiri. Karena mereka (oknum penyebar hoax-red) menginginkan ada keresahan ditengah masyarakat.
“Tapi bukan berati terkait isu itu kita tidak waspada. Maka harus dicermati sebaik mungkin akan kebenaran isu itu. Dan pelaku penyebar hoax terkait isu penculikan anak diberbagai daerah sudah banyak yang diproses hukum. Makanya masyarakat harus hati-hati jangan ikut-ikutan menyebarkan kabar seperti itu,” ulasnya.
Menanggapi isu kasus dugaan penculikan anak di Kecamatan Jogorogo ia pun membantah dengan keras. Tidak ada sama sekali korban maupun pelaku dengan tujuan penculikan anak. Bahkan si terduga pelaku sendiri sesuai hasil diagnosa dokter RSUD dr Soeroto memang mengalami gangguan kejiwaan hingga membutuhkan perawatan.
“Hasil pemeriksaan dokter yang bersangkutan itu mengalami gangguan jiwa ada surat keteranganya. Sedangkan yang bersangkutan itu sendiri sekarang dirawat diruang khusus gangguan jiwa di rumah sakit,” tutup Kapolres Ngawi. (pr)


Read More

Kasatlantas Polres Ngawi Peringatkan Orang Tua Untuk Antar Anak Ke Sekolah



POLJATIM || Ngawi -Sebanyak 2.538 pelanggar lalu lintas terjaring selama Operasi Zebra 2018 yang digelar Satuan Lalu-Lintas (Satlantas) Polres Ngawi, dari tanggal 30 Oktober hingga 12 November. Kasatlantas Polres Ngawi AKP Yanto Mulyanto menerangkan, 40 persen atau 819 pelanggar diantaranya dilakukan pelajar yang  notabene dibawah umur.

“Melihat dari hasil operasi kemarin itu memang banyak pelajar yang melakukan pelanggaran. Kami menghimbau kepada anak-anak pelajar jangan dulu membawa kendaraan bermotor ke sekolah karena belum layak,” terang Kasatlantas Polres Ngawi AKP Yanto Mulyanto diruang kerjanya, Jum’at, (16/11/2018).

Ia mengajak kepada pihak sekolah terutama guru maupun orang tua untuk aktif memberikan pengertian kepada pelajar untuk mentaati semua peraturan lalu-lintas. Termasuk jangan sampai membawa kendaraan bermotor ke sekolah kalau toh belum memiliki surat kelengkapan berkendara salah satunya Surat Ijin Mengemudi (SIM).

“Jangan sampai anak-anak pelajar juga anak-anak kita menjadi korban kecelakaan lalu-lintas dijalan. Tentunya peran semua pihak sangat dibutuhkan, mengingat anak-anak merupakan generasi bangsa yang harus kita selamatkan,” tegasnya.


Menurutnya, untuk menekan angka kecelakaan melibatkan pelajar pihaknya terus aktif jemput bola melakukan sosialisasi secara door to door ke sekolah. Tidak sebatas itu setiap ada momen dengan masyarakat pasti ia sampaikan pentingnya tentang keselamatan berkendara.

Kemudian seperti yang tertulis dalam data Satlantas Polres Ngawi dari hasil Operasi Zebra 2018 diketahui ada 2.312 pelanggar yang ditilang sedangkan 226 pelanggar dilakukan teguran. Untuk itu mendasar pengalaman operasi lalu-lintas yang digelar 14 hari tersebut kepada semua pengguna jalan umum untuk melengkapi semua surat kelengkapan berkendara. (pr)


Read More

Wednesday, 24 October 2018

Kocak, Ngaku Dukun Sakti Malah Masuk Bui


POLJATIM || NGAWI - Pokoknya serba apes, seperti nasib yang dialami BS pria 56 tahun asal Desa Jatirejo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah ini. Ditengah usianya yang menginjak kepala enam ia bukanya sadar tentang hidup justru melakukan kesalahan fatal. 

Betapa tidak, cukup bermodalkan tiga bilah keris BS sudah merasa sakti dan aksi jahat pun mulai dilakukan. Akibatnya ia pun tidak jadi sakti malah terkena kasus yang memungkinkan masuk pengapnya sel penjara alias bui. 

Nasib sial BS berawal dari dugaan penipuan dengan dalih pengobatan terhadap Cipto Pawiro suami dari Wiji Lestari perempuan 60 tahun warga Dusun Dukuh, Desa Tulakan, Kecamatan Sine, Ngawi.

Dimana, pada 8 Oktober 2018 mendadak BS mendatangi korban dengan alasan akan mengobati Cipto Pawiro yang lagi sakit-sakitan. Pada saat itu, terduga pelaku ini meminta uang senilai Rp 4.100.000 kepada Wiji Lestari dengan dalih untuk biaya ritual dan biaya pengobatan. 

Merasa percaya kontan saja korban  mengamini permintaan si dukun BS dengan menyerahkan uang tersebut. Kemudian merasa sasaranya empuk, BS mendatangi lagi ke rumah Wiji Lestari pada 12 Oktober 2018 untuk meminta uang Rp 500 ribu sebagai tambahan biaya pengobatan terhadap suaminya. 

Merasa jadi korban penipuan Wiji Lestari langsung melaporkan aksi BS kepada aparat kepolisian. Atas kasus ini Kasatreskrim Polres Ngawi AKP Muhamad Indra Najib menegaskan pihaknya terus melakukan pemeriksaan terhadap BS. 

"Kami mengamankan yang bersangkutan (BS-red) dengan sejumlah barang bukti. Memang dalihnya terduga pelaku ini melakukan pengobatan dengan meminta uang kepada korban," terang Kasatreskrim Polres Ngawi AKP M.Najib Indra, Selasa, (23/10).

Barang bukti dari tangan BS ujarnya, satu unit sepeda motor Suzuki Shogun warna silver, tas ransel, tiga bilah keris dan dua ekor ayam bangkok. Dari perbuatanya itu BS dijerat dengan Pasal 372 dan Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun. (pr)
 
 
 
Read More

Tuesday, 23 October 2018

Peringati Hari Santri, Polres Bojonegoro Bersama MWC NU Gayam Menggelar Lomba Hadroh Al Banjari se-Kabupaten Bojonegoro


POLJATIM || Bojonegoro - Dalam rangka Hari Santri Nasional, Polres Bojonegoro bersama MWC NU Kecamatan Gayam menggelar lomba Hadroh Al Banjari se Kabupaten Bojonegoro yang dilaksanakan di kantor MWC NU Kecamatan Gayam, pada Senin (22/10/2018).

Lomba dimulai sejak pukul 10.00 WIB dan selesai hingga pukul 23.45 WIB dengan dihadiri oleh Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli SIK MH MSi, Forpimca Gayam, Ketua Rois Surya MWC NU Kecamatan Gayam Kyai Sholihin Sokeh, Ketua Tanfidiyah MWC NU Kecamtan Gayam Fadhillah, Toga dam Tomas se Kecamatan Gayam.

Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli yang hadir pada acara tersebut menyampaikan bahwa, diselenggarakannya acara tersebut diharapkan dapat meningkatkan sinergitas antara Polri khususnya Polres Bojonegoro dengan Ulama dan Santri untuk menciptakan Harkamtibmas yang kondusif serta menciptakan persatuan dan kesatuan Bangsa. 


"Semoga kedepan antara Ulama dan Umaroh dapat lebih solid dan bersinergi saling menjaga NKRI dengan istikomah. Melalui kegiatan festival lomba Hadroh ini semoga dapat meningkatkan ketaqwaan dan prestasi santri," ucap Kapolres Bojonegoro.

Sementara itu, Ketua Rois Surya MWC NU Kecamatan Gayam, Kyai Sholihin Sokeh dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Bojonegoro atas segala dukungannya dalam acara tersebut, sehingga kegiatan dapat berjalan lancar.

Adapun hasil lomba Hadroh yang diikuti sebanyak 36 regu putra maupun putri untuk peraih juara I dari Wali Songo Kecamatan Sumberjo, juara II Khusnul Ansor dari Kecamatan Kepohbaru dan juara III Sabilus Safaah dari Kemiri. Sedangkan juara Harapan I Nurus Sabab dari Attanwir Kecamatan Sumberjo juara II Ashabul Yamin Pengkok  Kecamatab Padangan. (Yd)


Read More

Monday, 22 October 2018

Tidak Mampu Kuasi Laju Kendaraan Pengendara Motor Tewas Di Jalur Ngawi - Mantingan


POLJATIM || NGAWI - Kecelakaan lalu lintas melibatkan dua kendaraan terjadi di Jalan Raya Ngawi-Mantingan kilometer 23-24 masuk Desa Karangbanyu, Kecamatan Widodaren, Ngawi salah satu korbanya tewas dilokasi kejadian. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.30 WIB bermula dari Kasiman pria 42 tahun melaju dari timur ke barat mengendarai sepeda motor jenis Yamaha Vixion nopol AE 5496 L.


Sedangkan dari arah berlawanan melintas truk trailer nopol S 9461 UH yang dikemudikan Sarif warga Desa Caruk Wetan, Kecamatan Jabon, Jombang. Sewaktu kejadian diduga kuat Kasiman mengendarai sepeda motor tanpa helm tidak bisa menguasai laju kendaraan alias oling. Karena jarak sudah dekat langsung terjadi tabrakan samping kanan dengan truk trailer hingga korban terpental.


Dari kejadian ini, Kasiman yang tercatat sebagai warga Desa Karangbanyu, Kecamatan Widodaren, Ngawi dinyatakan tewas ditempat. Usai kejadian petugas kepolisian mendatangi TKP untuk meminta keterangan para saksi mata. Sedangkan jenasah korban di evakuasi ke kamar mayat RSUD dr Soeroto Ngawi.


“Kami masih melakukan pendalaman terkait kecelakaan itu dengan meminta keterangan para saksi-saksi. Dan jenasah langsung kami evakuasi ke kamar mayat RSUD dr Soeroto Ngawi untuk mendapatkan visum,” terang Kasatlantas Polres Ngawi AKP Yanto Mulyanto. (pr)
 
 
 
 
Read More

Antusias Masyarakat Bojonegoro mengikuti Senam Dayung


POLJATIM || BOJONEGORO - Bertempat dijalan Mastumapel Bojonegoro, Antusias Masyarakat Bojonegoro mengikuti Senam Dayung yang digelar oleh Kelompok Masyarakat Pecinta Prestasi Bojonegoro ini membeludak meskipun tidak ada pemberitahuan dan secara mendadak. Minggu (21/10/18).

Acara ini sengaja digelar oleh panitia secara mendadak, dan ternyata pada saat instruktur senam membawakan gerakan senam dayung dan diiringi musik singgle Asian Game meraih Bintang langsung mendapatkan perhatian masyarakat yang saat itu sedang Car Free day (CFD) di seputaran Alun Alun Bojonegoro. 


Salah Satu Warga Kelurahan Ngrowo, Kecamatan Kota Bojonegoro Nunuk, menyampaikan bahwa pada saat dirinya sedang CFD kemudian mengetahui adanya gerakan senam dayung dam mendengar musik meraih Bintang langsung mendatangi lokasi senam dan mengikuti gerakan senam yang sebenarnya sudah banyak dinhafal masyarakat Bojonegoro ini.

"Senam dayung sudah ngetrend di Bojonegoro dan menjadi booming saat ini di berbagai sanggar senam maupun di masyarakat, sehingga membuat kami sudah terbiasa mengikuti senam dayung, " terang Nunuk.

Begitu pula dengan Ketua KPAD Bojonegoro Jhony Nur Hariyanto, bahwa senam dayung merupakan bagian dari semangat tersendiri bagi warga, sehingga ketika senam ini di gerakan dengan musik meraih Bintang maka warga akan banyak yang mengikuti.

"Senam ini sepertinya dapat menyatukan masyarakat karena heran saya kalai di alun alun ada senam ini masyarakat akan cepat berkumpul dan banyak yang mengikuti,' Kata Mantan Cama di Bojonegoro ini.

Selain Itu dirinya juga menjelaskan bahwa spirit Asian Game dan Asian Para Game memang dirasakan oleh masyarakat terutama prestasi Indonesia yang dapat juara nomor 4 serta Asian Para Game mendapatkan juara nomor 6, hal ini mengunggah hati masyarakat khususnya kader muda. 


"Semangat berlatih para atlit tambah, untuk bisa menjadi juara satu disegala event lomba, dan ini menjadi motivasi para atlit untuk meraih juara satu dengan perjuangan demikian dapat dipastikan Indonesia dapat bersatu," tambahnya.

Sementara itu, Sasmito Anggoro, selaku pelaksana kegiatan tersebut mengatakan bahwa pihaknya menggelar acara tersebut untuk mengguggah hati masyarakat sebagai inspirasi dengan senam dayung sehingga masyarakat dapat meningkatkan prestasi yang digemari untuk berhasil dalam juara.

"Kenapa senam dayung, senam inilah yang membuat masyarakat merasa semangat saat digerakkan, sehingga senam ini bisa menjadi persatuan masyarakat untuk menuju juara Satu dan Indonesia Bersatu," Jelas Sasmito.

Sasmito juga menambahkan bahwa melalui spirit Asian Game dan Para Asian Games membuat Indonesia harus bisa jadi nomor satu disetiap ajang event perlombaan ditingkat dunia dan para atlit maupun kontingennya dengan persatuan bangsa Indonesia pasti akan bisa meraih satu.  (Yd)



Read More

Monday, 17 September 2018

Menghadapi Pileg & Pilpres 2019, Polres Bojonegoro Inisiasi Deklarasi Pemilu Damai



POLJATIM || Bojonegoro – Untuk menciptakan situasi yang aman, damai, dan sejuk sebelum pelaksanaan maupun setelah pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden Tahun 2019 di Kabupaten Bojonegoro, Polres Bojonegoro melaksanakan Deklarasi Damai Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019, di Alun alun Bojonegoro, Minggu (16/09/2018).

Kegiatan dihadiri oleh Forpimda, Ketua beserta aggota KPU Kabupaten Bojonegoro, Ketua beserta anggota Bawaslu, Ketua beserta Anggota FKUB, 16 Parpol beserta Caleg, Kapolsek, Danramil, dan Camat se Bojonegoro.

Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli S.I.K.,M.H.,M.Si dalam sambutannya mengatakan meskipun pelaksanaan pemilihan legislatif maupun Pilpres tahun 2019 pelaksanaannya masih tahun depan tapi tahapan tahapannya mulai minggu depan sudah mulai berlangsung, sehingga setelah dilaksanakannya Deklarasi, pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019 berjalan dengan aman damai tertib, serta semua proses bisa dilalui dengan baik dan kondisi Kamtibmas tetap kondusif.
 
 

“Kita inginkan Pileg dan Pilpres berlangsung aman damai dan sejuk, sehingga masyarakat tetap bisa beraktivitas dengan baik lancar dan normal. Kita harapkan pesta demokrasi ini tidak mengganggu secara signifikan kegiatan masyarakat,” ucap AKBP Ary Fadli.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Bojonegoro M. Abdim Munib, S.H., M.M dan juga Ketua Bawaslu Kabupaten Bojonegoro Moch Zaenuri ST mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Bojonegoro yang telah berinisiasi menyelenggarakan kegiatan deklarasi tersebut.

Menurutnya, diperlukan sinergitas untuk menyelenggarakan kegiatan itu, sehingga pelaksanaan Pileg dan Pilpres berlangsung aman.

“Kami ucapkan terima kasih dan dukungannya, kami akan memfasilitasi penyelenggaraan Pemilu yang aman dan damai,” kata Ketua KPU Kabupaten Bojonegoro M. Abdim Munib. (Yd)



Read More