POLJATIM || Prosesi pengesahan warga baru perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang dihelat setiap bulan Syuro menjadikan fenomena tersendiri di mata masyarakat. Tidak dipungkiri lagi aksi arak-arakan dengan menggeber-geber sepeda motor menghiasi agenda tahunan PSHT ini. Tentu harapan masyarakat tidak demikian, rata-rata mereka menyayangkan aksi yang dilakukan para pendekar tersebut.
Mengantisipasi hal tersebut pihak aparat kepolisian dari Polres Ngawi pun langsung pasang kuda-kuda melakukan pengamanan.Polres Ngawi melaksanakan giat penyekatan di pintu masuk kota, seperti yang terlihat di Jl. Raya Ngawi Maospati selatan Supermarket Tiara. minggu (24/9/2017).
Puluhan petugas dari Polres Ngawi dan gabungan Polsek disiagakan mengantisipasi pengesahan warga PSHT dari ranting kendal . Ditempat ini apabila ada warga PSHT dengan mengendarai sepeda motor dengan knalpot brong dan tanpa helm disuruh balik kandang.
“Kami tidak main-main yang melanggar pasti ada sangsi terutama mereka yang ugal-ugalan di jalan dengan knalpot brong. Kalau kedapatan akan kami tahan tiga bulan sepeda motornya atau paling tidak harus balik ke wilayah asal,” kata Kabag Ops Polres Ngawi Kompol Wahono.
Dari giat penyekatan tersebut masih saja ada pelanggar seperti pemakaian knalpot brong. Tidak hanya itu saja para petugas pun berhasil menyita beberapa bilah bambu atau tongkat panjang yang sengaja dibawa sebagian warga PSHT tersebut.
Parahnya ada beberapa oknum pendekar PSHT yang mengabaikan keselamatan jiwanya sendiri terbukti berdiri diatas jok sepeda motornya pada saat kendaraan melaju. (zz)
EmoticonEmoticon