Sunday, 1 October 2017

Cegah Bentrok Meluas Ke Daerah, Bonek Ngawi Silaturahmi Ke PSHT Ngawi

POLJATIM || Ganjar Koordinator Bonek wilayah Ngawi sekitar pukul 14.00 WIB pada Minggu , (01/10), melakukan silaturahmi ke rumah Ketua PSHT Cabang Ngawi Sugeng Hariyono di Dusun Madiasri, Desa Jururejo, Kecamatan Ngawi Kota, Ngawi. Kedatangan Ganjar bersama rekan-rekanya Bonek tersebut untuk membicarakan situasi dan kondusifitas bersama PSHT wilayah Ngawi.
Kegiatan yang dipantau langsung Kepala Satuan Intelkam Polres Ngawi AKP Cecep Wahyudi ini menyusul pasca bentrokan antara suporter sepak bola Bonek dengan pendekar PSHT yang menewaskan dua orang didepan SPBU Balongsari Surabaya sekitar pukul 01.30 WIB, Sabtu kemarin (30/09).
Kedatangan kami ini tidak lepas dari peristiwa bentrokan di Surabaya yang mengakibatkan meninggalnya dua orang. Jangan sampai di Ngawi antara Bonek dengan saudara PSHT terjadi miss komunikasi lebih-lebih bersinggungan yang berakibat fatal, hal itu sangat tidak kami inginkan, terang Ganjar Koordinator Bonek wilayah Ngawi, Minggu (01/10).
Poinya beber Ganjar, pihaknya tidak menginginkan peristiwa di Surabaya melebar ke daerah seperti Ngawi. Dan mengajak rekan PSHT wilayah Ngawi sendiri untuk memahami peristiwa yang terjadi secara terbuka. Jangan sampai kasus tersebut dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab (pihak ketiga-red).
Dimana dengan sengaja mempunyai misi tertentu untuk membenturkan Bonek dengan PSHT. Sehingga kasus bentrokan didepan SPBU Balongsari sepenuhnya diserahkan ke petugas kepolisian jangan sampai terjadi aksi berkelanjutan yang berakhir merugikan semua pihak.
Ditempat yang sama Sugeng Hariyono Ketua PSHT Cabang Ngawi menyambut baik kedatangan Bonek. Dia mengharapkan untuk semua pihak yang terlibat untuk menahan diri, memahami permasalahan yang timbul dan mengambil hikmahnya.
Sedangkan untuk kasus bentrok harus ditangani secepatnya oleh aparat kepolisian dan dibuka secara transparan untuk melihat siapa yang harus bertanggungjawab. Sedangkan untuk PSHT wilayah Ngawi sendiri tandasnya, tetap dibawah garis koordinasi mengedepankan silaturahmi dengan Bonek.
Bulan Muharam atau Syuro ini bagi kita PSHT menjadi bulan yang rialat artinya bulan penuh berkah sebagai waktu untuk menenangkan diri pribadi, mengendalikan diri terhadap semua nafsu termasuk emosi. Dan yang jelas kedatangan saudara-saudara Bonek ini sangat kita syukuri demi terciptanya situasi yang aman serta nyaman di Ngawi. Kalau ada masalah selesaikan secara baik dengan kepala dingin dan apapun alasanya kita semua adalah saudara, pungkas Sugeng Hariyono. (pr)


EmoticonEmoticon