Poljatim || Menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018, Kapolri
Jenderal Polisi Muhammad Tito Karnavian mengeluarkan ultimatum kepada
Kapolda dan Kapolres.
Jenderal Tito mendesak jajaran pimpinan kepolisian wilayah itu
mengambil langkah antisipasi potensi kerawanan jelang Pilkada. Tito
mengancam akan mengevaluasi, bahkan mencopot, kepala satuan kepolisian
wilayah seperti Kapolda dan Kapolres yang tidak melaksanakan arahan yang
telah diberikan.
“(Kapolda dan kapolres) yang melaksanakan baik akan dipertahankan,
bila perlu promosi. Kalau yang tidak melaksanakan langkah-langkah yang
sudah saya arahkan sampai dengan Desember, akan saya ganti. Saya akan
cari pimpinan yang lebih baik,” kata Tito kepada wartawan di sela-sela
acara Apel Kasatwil 2017 di Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah,
Senin (9/10).
Menurutnya, kontestasi di panggung Pilkada Serentak 2018 tidak boleh
sampai mengganggu stabilitas politik dan keamanan nasional. Hal serupa
dimintakan Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan dalam acara
Apel Kasatwil 2017.
Ada 171 wilayah yang bakal melaksanakan Pilkada serentak pada 2018
mendatang. Dari 171 daerah tersebut terdiri atas 17 provinsi, 39 kota,
dan 115 kabupaten.
Dari wilayah tersebut, Tito mengatakan sejumlah wilayah yang diduga
rawan antara lain Jawa Barat, Papua, dan Kalimantan Barat. Jenderal
bintang empat itu menuturkan, salah satu potensi kerawanan di tiga
wilayah tersebut ialah terkait isu suku, agama, ras, dan antargolongan
(SARA).
“Masalah pilkada, situasinya biasa, natural. Tensi dari dingin
biasanya menghangat, tapi upayakan jangan sampai memanas, itu bahasanya
beliau (Jokowi). Artinya, biasa hangat dalam rangka kompetisi (atau)
kontestasi politik, tapi jangan sampai terjadi gangguan keamanan
masyarakat, itu keinginan beliau (Jokowi),” ujar jenderal bintang empat
kelahiran Palembang Sumatera Selatan ini.
Salah satu langkah mengantisipasi gangguan keamanan di masing-masing
wilayah jelang Pilkada 2018, Tito memerintahkan anak buahnya melakukan
pendekatan dengan seluruh pemangku kepentingan. Selain itu, Tito
menyampaikan, seluruh kepala satuan kepolisian wilayah juga dapat
meningkatkan kualitas hubungan dengan TNI di wilayah masing-masing.
“Presiden tadi kasih garis bawah: Hubungan Polri dan TNI mutlak harus
baik di semua jajaran, karena Polri dan TNI (adalah) dua pilar utama
negara ini. Kalau tegak dan solid maka NKRI akan kuat,” ujar Tito.
Polri menyelenggarakan Apel Kasatwil 2017 di Akademi Kepolisian,
Semarang pada 9 hingga 11 Oktober. Tito mengatakan sengaja menggelar
apel di akademi tersebut demi menjadi ajang nostalgia yang menyegarkan
kembali ingatan para kasatwil saat dididik jadi anggota Korps
Bhayangkara.
Apel Kasatwil 2017 dihadiri sebanyak 546 kasatwil yang terdiri dari
33 kasatwil tingkat daerah (kapolda), 33 kepala biro operasional, dan
461 kasatwil tingkat resor (kapolres).

EmoticonEmoticon