Wednesday, 4 October 2017

Tradisi Ganti Langse Srigati,Semarak Ritual Budaya Khas Ngawi



POLJATIM || Salah satu ritual budaya Ganti Langse Palenggahan Agung Srigati di Alas Ketonggo, Desa Babadan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, sebagai tradisi tahunan yang digelar setiap bulan Muharam/Suro. Namun untuk kali berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tradisi Ganti Langse dikemas cukup fenomenal dengan beberapa suguhan budaya mulai Ruwatan masal hingga kirab gunungan atau sedekah bumi.

Sukadi Kabid Kebudayaan Disparpora Kabupaten Ngawi mengatakan, kemasan ritual budaya Ganti Langse sengaja ditampilkan lebih eksostis untuk tahun 2017 ini atau 1438 Hijriyah. Tujuanya tidak lain untuk mendukung Visit Ngawi Years 2017 sehingga keberadaan budaya Ganti Langse di Palenggahan Agung Srigati menjadi salah satu destinasi wisata yang ada di Kabupaten Ngawi.

“Memang baru tahun ini Pemkab Ngawi melalui Disparpora turun tangan mengakusisi budaya Ganti Langse yang sebelumnya hanya ditangani pihak pemerintahan desa. Tujuanya tidak lain supaya Ngawi ini mempunyai satu tradisi yang paten melalui Ganti Langse dimana sudah cukup melekat di warga masyarakatnya,” terang Sukadi, Rabu (04/10).

Kedepanya tambah Sukadi, tradisi budaya Ganti Langse akan menjadi mercu suarnya budaya dari Ngawi sama halnya dengan tradisi budaya yang digelar di daerah lain seperti tradisi Maulud di Solo maupun Grebek Suro di Ponorogo. Untuk kali ini tandasnya, digelar acara pendukung seperti ruwatan masal gratis yang diikuti 88 orang dan kirab budaya melalui sedekah bumi yang ditandai pengarakan dua gunungan dari pinggiran desa setempat.

“Meski pertama kalinya digelar terlihat animo warga masyarakat cukup luar biasa. Tentunya kegiatan atau tradisi budaya Ganti Langse kedepanya mempunyai magnet tersendiri dan mampu menarik wisatawan dari luar daerah itu harapan kita,” jelasnya.

Hal yang sama disampaikan Dwi Rianto Jatmiko Ketua DPRD Ngawi yang turut hadir dalam kegiatan kirab budaya Ganti Langse membenarkan, tradisi Ganti Langse merupakan satu kegiatan budaya yang teramat sakral sehingga tidak salahnya Pemkab Ngawi ikut melestarikan bahkan menjadi agenda tahunan. Selain itu suksesnya tahun kunjungan wisata atau Visit Ngawi Years 2017 tidak lepas dari menggali budaya asli yang dimiliki daerah Ngawi.

“Dengan kegiatan budaya Ganti Langse yang digelar tahun ini memang beda dari sebelumnya. Semoga saja apa yang dimimpikan Pemkab Ngawi untuk memperkuat sektor pariwisata tercapai. Mengapa demikian eksplorasi budaya yang dimiliki dan asli Ngawi terus dilakukan jangan sampai hilang termakan arus budaya lain demikian juga manfaatnya bagi sekitar lokasi wisata di Srigati ini,” beber Antok demikian sapaan akrab Ketua DPRD Ngawi.

Terpisah ujar Eny yang merupakan salah satu pengunjung yang kebetulan warga Desa Babadan mengharapkan, dengan sentuhan cukup unik dari tradisi Ganti Langse bisa memberikan asas manfaat bagi warga sekitar. Terutama peningkatan perekonomian warga yang berada di sekitar lokasi obyek wisata Srigati.

“Tentunya saya sebagai warga sekitar sini cukup bangga dengan terselenggaranya budaya Ganti Langse yang cukup menarik ini. Dan tahun berikutnya kalau bisa digelar lebih baik serta memberikan dampak positif bagi perekonomian warga sekitar sini,” ulas Eny. (pr)


EmoticonEmoticon