POLJATIM || Salah satu ritual budaya Ganti
Langse Palenggahan Agung Srigati di Alas Ketonggo, Desa Babadan, Kecamatan
Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, sebagai tradisi tahunan yang digelar setiap
bulan Muharam/Suro. Namun untuk kali berbeda dari tahun-tahun sebelumnya,
tradisi Ganti Langse dikemas cukup fenomenal dengan beberapa suguhan budaya
mulai Ruwatan masal hingga kirab gunungan atau sedekah bumi.
Sukadi Kabid Kebudayaan Disparpora
Kabupaten Ngawi mengatakan, kemasan ritual budaya Ganti Langse sengaja
ditampilkan lebih eksostis untuk tahun 2017 ini atau 1438 Hijriyah. Tujuanya
tidak lain untuk mendukung Visit Ngawi Years 2017 sehingga keberadaan budaya
Ganti Langse di Palenggahan Agung Srigati menjadi salah satu destinasi wisata
yang ada di Kabupaten Ngawi.
“Memang baru tahun ini Pemkab Ngawi
melalui Disparpora turun tangan mengakusisi budaya Ganti Langse yang sebelumnya
hanya ditangani pihak pemerintahan desa. Tujuanya tidak lain supaya Ngawi ini
mempunyai satu tradisi yang paten melalui Ganti Langse dimana sudah cukup
melekat di warga masyarakatnya,” terang Sukadi, Rabu (04/10).
Kedepanya tambah Sukadi, tradisi
budaya Ganti Langse akan menjadi mercu suarnya budaya dari Ngawi sama halnya
dengan tradisi budaya yang digelar di daerah lain seperti tradisi Maulud di
Solo maupun Grebek Suro di Ponorogo. Untuk kali ini tandasnya, digelar acara
pendukung seperti ruwatan masal gratis yang diikuti 88 orang dan kirab budaya melalui
sedekah bumi yang ditandai pengarakan dua gunungan dari pinggiran desa
setempat.
“Meski pertama kalinya digelar
terlihat animo warga masyarakat cukup luar biasa. Tentunya kegiatan atau
tradisi budaya Ganti Langse kedepanya mempunyai magnet tersendiri dan mampu
menarik wisatawan dari luar daerah itu harapan kita,” jelasnya.
Hal yang sama disampaikan Dwi Rianto
Jatmiko Ketua DPRD Ngawi yang turut hadir dalam kegiatan kirab budaya Ganti
Langse membenarkan, tradisi Ganti Langse merupakan satu kegiatan budaya yang
teramat sakral sehingga tidak salahnya Pemkab Ngawi ikut melestarikan bahkan
menjadi agenda tahunan. Selain itu suksesnya tahun kunjungan wisata atau Visit
Ngawi Years 2017 tidak lepas dari menggali budaya asli yang dimiliki daerah
Ngawi.
“Dengan kegiatan budaya Ganti Langse
yang digelar tahun ini memang beda dari sebelumnya. Semoga saja apa yang
dimimpikan Pemkab Ngawi untuk memperkuat sektor pariwisata tercapai. Mengapa
demikian eksplorasi budaya yang dimiliki dan asli Ngawi terus dilakukan jangan
sampai hilang termakan arus budaya lain demikian juga manfaatnya bagi sekitar
lokasi wisata di Srigati ini,” beber Antok demikian sapaan akrab Ketua DPRD
Ngawi.
Terpisah ujar Eny yang merupakan
salah satu pengunjung yang kebetulan warga Desa Babadan mengharapkan, dengan
sentuhan cukup unik dari tradisi Ganti Langse bisa memberikan asas manfaat bagi
warga sekitar. Terutama peningkatan perekonomian warga yang berada di sekitar lokasi
obyek wisata Srigati.
“Tentunya saya sebagai warga sekitar
sini cukup bangga dengan terselenggaranya budaya Ganti Langse yang cukup
menarik ini. Dan tahun berikutnya kalau bisa digelar lebih baik serta
memberikan dampak positif bagi perekonomian warga sekitar sini,” ulas Eny. (pr)

EmoticonEmoticon