Wednesday, 27 September 2017

Anjing Pelacak Gagal Temukan Posisi Si Pembunuh Di Hutan, Ini Penyebabnya


POLJATIM || NGAWI. Upaya perburuan guna menangkap Muh Mudiono si pembunuh sadis terhadap calon istrinya Neny Agustin di Desa Dawung, Kecamatan Jogorogo, Ngawi rupanya masih mengalami jalan buntu. Terbukti dua anjing pelacak dari Unit Satwa K-9 Polda Jatim yang diterjunkan dilokasi hutan Dares, Desa Sekarputih, Kecamatan Widodaren masih gagal menemukan posisi persembunyian Muh Mudiono, Rabu (27/09).

Meskipun pencarian memakan waktu hampir 4 jam lamanya yang dimulai sekitar pukul 12.30 WIB yang berakhir sekitar pukul 15.30 WIB dua anjing pelacak tersebut mengalami kesulitan mengendus jejak persembunyian pelaku. Dan seperti yang terlihat pencarian jejak pelaku sebelumnya dimulai dari kawasan Dusun Kalibening, Desa Setono, Kecamatan Ngrambe yang berada disekitar kawasan hutan Krandegan. 

Mengingat kawasan ini sesuai dari keterangan warga sebagai lokasi awal pelarian pelaku sebelum masuk ke hutan Krandegan. Tetapi untuk mempersempit ruang pencarian diarahkan langsung ke kawasan hutan Dares sebagaimana petunjuk dari warga maupun intelijen. Meski demikian pencarian tersebut mengalami kesulitan. Iptu Fauzi Efendi Kepala Unit Satwa K-9 Polda Jatim mengatakan, gagalnya mengendus keberadaan Muh Mudiono di kawasan hutan Dares memang disebabkan ada beberapa faktor kendala lapangan.

“Hari ini ada beberapa faktor dan kendala yang pertama karena medanya terlalu luas soalnya hutan. Dan kedua semalam itu telah terjadi turun hujan lebat dan tadi juga terjadi gerimis tentunya menjadi hambatan pencarian ini,” terang Iptu Fauzi Efendi, Rabu (27/09).

Sambungnya, dengan kendala yang dihadapi membuat dua anjing pelacak ketika sampai ditengah hutan langsung kehilangan jejak. Namun Fauzi sendiri merasa optimis jika pelaku pembunuhan Muh Mudiono masih berada dikawasan hutan Dares menyusul dari keterangan warga sekitarnya.

Terpisah Agus Waluyo warga Dusun Dares, Desa Sekarputih menerangkan kemarin sore, Selasa (26/09), sekitar pukul 15.00 WIB  dirinya melihat pelaku berjalan di hutan yang tidak begitu jauh dari pemukiman warga. Hanya saja saat dirinya melihat orang yang dimaksudkan itu belum mengetahui kalau yang dilihat tersebut Muh Mudiono. Ia baru tahu dan memastikan kalau yang dilihatnya itu adalah pelaku pembunuhan setelah beredar kabar di medsos. 

“Saya kemarin sore melihat dia itu berjalan dihutan sekitar sini (Dares-red). Jaraknya dengan saya hanya sekitar 25 meter namun begitu melihat saya membawa senapan angin dia berjalanya makin cepat kearah barat sana,” kata Agus Waluyo. (pr)




EmoticonEmoticon