Poljatim || Surabaya -Perseteruan atau kesalah pahaman antara Bonek Mania dengan warga PSHT
berangsur-angsur mulai mereda. Hal itu terbukti dari tercapainya
kesepakatan damai antara pihak Bonek Mania wilayah Tambaksari dengan
PSHT ranting Tambaksari.
Kesepakatan damai ini di deklarasikan oleh kedua belah pihak dengan
disaksikan oleh tiga pilar kec. Tambaksari surabaya, yakni Camat
Tambaksari, Kapolsek Tambaksari, Danramil Tambaksari.
Selain itu terlihat juga Wakapolsek Tambaksari, Kanit Intelkam dan Kanit
Binmas Polsek Tambaksari, Nardi selaku Ketua PSHT ranting Tambaksari,
Jartomo selaku Pamter PSHT, Dodik dan Dadang selaku koordinator Bonek
Tambaksari serta Lexy perwakilan dari Bonek Sangar yang bertempat di
ruang Aula Pendopo Praja Agung Kec. Tambaksari Surabaya, Senin
(9/10/2017) sekitar pukul 19.45 wib.
Dalam sanbutannya, Camat Tambaksari mengucapkan," Alhamdulillah kesalah
pahaman antara Bonek dengan PSHT sudah mulai mereda, diantara bonek juga
merupakan warga PSHT, begitupun sebaliknya warga PSHT juga anggota
bonek.
Kapolsek Tambaksari berujar," Bonek dan PSHT itu sama, satu saudara.
Untuk oknum bonek yang memprovokasi kemarin sudah di proses hukum di
Polrestabes Surabaya, dan jangan sampai ini berkelanjutan dan mudah
terprovokasi. Seperti halnya issu yang mulai merebah tentang PSHT
Nganjuk yang akan menyerang Mess Persebaya, itu hanya berita bohong atau
Hoax.
"Semoga kedepannya tidak terjadi kesalah pahaman seperti ini lagi, kita
semua harus saling menjaga dan menghormati satu sama lain. Dan yang
terpenting jangan gampang tepancing provokasi yang dapat merugikan semua
pihak," pesan sang Kapolsek. (Aries)

EmoticonEmoticon